BORNEONEWS, Sampit - Evakuasi buaya sapit atau buaya senyulong yang dilakukan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah sempat berlangsung dramatis di Desa Beringin Tunggal Jaya, Kecamatan Parenggean. Buaya melawan, sementara warga sekitar ramai ingin melihat.
"Ya, selain warga setempat evakuasi juga disaksikan aparatur desa dan petu kepolisian di wilayah itu," ungka Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Rabu, 10 November 2021.
Atas kesigapan dan keprofesionalan petugas dengan tali dan akhirnya buaya tersebut ditangkap. Kemudian dinaikan ke kendaraan angkut yang akan membawa hewan prasejarah itu ke Kotawaringin Barat.
"Setelah dinyatakan sehat buaya itu akan dilepasliarkan ke habitat aslinya yaitu di Suaka Margasatwa Lamandau, Kotawaringin Barat," katanya.
Diketahui, buaya tersebut sudah sekitar 6 tahun dipelihara Hadiansyah, warga Desa Beringin Tunggal Jaya. Sebelumnya dia menemukan buaya tersebut di Sungai Rege, Desa Selucing, Kecamatan Mentaya Hulu.
--page
Karena ukurannya yang semakin besar, maka Polsek Parenggean menyampaikan kepada Hadiansyah agar diserahkan ke BKSDA Kalimantan Tengah. Di sisi lain Hadiansyah juga khawatir buaya itu menyerang anak-anak. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









