SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Aktivitas keseharian warga di Sungai Mentaya dan anak-anak sungai dapat menjadi petaka. Pasalnya, masih banyak warga yang bergantung dengan keberadaan sungai. Termasuk di Sungai Mentawa, anak Sungai Mentaya yang berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur. 

Pantauan borneonews.co.id tak hanya permukiman warga, di aliran sungai ini juga banyak aktivitas lainnya. Seperti kawasan pertanian yang ada di sekitar Jalan Kapten Mulyono hingga Jalan Bumi Ayu yang dilintasi Sungai Mentawa ini. 

"Banyak petani di sini yang masih ambil air dari sungai. Bahkan mencuci sayur mereka langsung ke sungai sebelum dijual ke pasar," ungkap Nanang, warga perumahan yang dilintasi Sungai Mentawa, Kamis, 11 November 2021. 

Tak hanya itu baru-baru ini sungai sekunder ini juga telah dilakukan normalisasi sungai. Sehingga aktivitas warga makin ramai, seperti memancing, bahkan mandi bercebur ke sungai. 

Sungai ini memiliki lebar  antara 3 meter sampai 6 meter, dengan kedalaman 0,5 meter hingga 1,5 meter tergantung pasang surut Sungai Mentaya. Bagian kiri dan kanan sungai dipenuhi rumah warga. Sisanya semak dan ladang warga. 

--page

Tentu hak ini perlu menjadi perhatian serius, sebab bisa saja menjadi petaka bagi warga. Sebab itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mengingatkan warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. 

"Kami berharap agar warga lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai. Dan jangan lengah terhadap anak-anak yang sering bermain bahkan mandi di sungai," imbau Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah. 

Diberitakan sebelumnya, kabar kemunculan buaya mendekati permukiman warga di Sampit, Kotawaringin Timur, terjadi lagi. Kali ini buaya muncul di Sungai Mentawa, yang letaknya berada di tengah kota. 

"Kami menerima laporan lanjutan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan yang diterima dari warga bahwa terjadi kemunculan buaya pada Senin, 8 November 2021, sekitar pukul 9 pagi," kata Muriansyah. (USAY NOR RAHMAD/B-5)