SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, memasang jerat buaya di Sungai Handil Sohor, Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Petugas juga memasang spanduk peringatan keberadaan buaya di sekitar perairan tersebut. 

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan hal itu merupakan tindak lanjut laporan kemunculan buaya yang pihaknya terima beberapa hari lalu. 

Laporan ini diterima BKSDA, Rabu 10 November 2021. Pihaknya menerima laporan kemunculan buaya di pinggir Sungai Handil Sohor. 

"Dugaan sementara buaya tersebut muncul ke permukaan karena sedang mencari mangsa," kata Muriansyah, Minggu, 14 November 2021. 

Dalam pemasangan alat tangkap itu, BKSDA dan Manggala Agni dibantu pemerintah desa setempat. Di samping memasang spanduk dan jerat buaya, BKSDA juga memberi arahan kepada warga setempat agar lebih waspada ketika beraktivitas di sungai, terlebih pada waktu gelap.

--page

Untuk diketahui warga melaporkan keberadaan buaya di Sungai Handil Sohor. Buaya tampak berada di tepian mencari mangsa. Kemunculan buaya itu dibuktikan dengan foto keberadaan buaya yang cukup besar. 

Sungai Handil Sohor merupakan salah sagu titik rawan serangan buaya di Kotawaringin Timur. Beberapa kali dilaporkan kemunculan buaya pada 2019 terjadi 1 kasus dugaan serangan buaya yang menyebabkan satu orang korban luka. Lalu 2020 kembali terjadi 5 kasus dugaan serangan buaya dengan korban luka sebanyak 3 orang.

“Tahun lalu ada 2 ekor buaya muara berhasil kami amankan, namun diperkirakan masih ada buaya yang berkeliaran sungai tersebut,” ungkapnya.

Sungai Handil Sohor merupakan salah satu anak Sungai Mentaya, memiliki lebar 3 sampai 4 meter dengan kedalaman 0,5 meter sampai 2 meter tergantung pasang surut air laut. Sungai tersebut masih sering digunakan warga setempat untuk beraktivitas sehari-hari. (USAY NOR RAHMAD/B-6)