BORNEONEWS, Sampit – Warga Jalan Teratai 5 Jalur 5 di sekitar Sungai Mentawa, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mulai mengurangi aktivitas di dekat sungai. Pascapemberitahuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) soap keberadaan buaya.
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menyebut setelah pihaknya gencar memberikan imbauan melalui spanduk terkait dengan kemunculan buaya di kawasan itu.
"Alhamdulillah warga mulai mengurangi aktivitas di sungai," kata Muriansyah, Senin 15 November 2021.
Selain itu juga mulai sadar akan bahaya yang mengintai mereka, sehingga muncul rasa takut dengan meminimalisasi aktivitas di sungai.
Kendati demikian BKSDA terus Menurutnya meski warga mulai mensosialisasi kepada warga agar tetap waspada terhadap kemunculan buaya.
"Khususnya kepada orang tua, kami minta untuk meningkatkan pengawasan, dan sementara ini agar tidak membiarkan anak-anak beraktivitas di sungai," tandasnya.
--page
Beberapa hari lalu warga kembali melaporkan kemunculan buaya di Sungai Mentawa anak Sungai Mentaya. Lokasi kemunculannya sangat dengan permukiman yakni Lokasi kemunculan buaya di sekitar Jalan Teratai 5, Sungai Mentawa (anak Sungai Mentaya) di dekat kantor dinas pekerjaan umum di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









