BORNEONEWS, Sampit - Gangguan satwa liar kembali terjadi di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Kali ini, seekor orangutan berkeliaran di sekitar semak belukar yang bakal dijadikan permukiman.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah mendapat laporan dari Rudian, warga sekitar. Lokasi kemunculan berada 100 meter dari Jalan HM Arsyad.
"Orangutan muncul di areal semak belukar yang baru dibuka untuk mendirikan rumah," jelasnya, Rabu 17 November 2021.
Mendapatkan laporan itu BKSDA pun langsung melakukan observasi. Hasil observasi petugas, diperkirakan orangutan hanya melintas tidak menetap di sekitar lokasi itu.
"Sekitar lokasi tidak ditemukan pohon buah. Diduga kuat, orangutan cuma melintas," ujarnya.
BKSDA kembali mengecek lokasi sekitar bersama warga sekitar.Baik di dalam hutan sekitar maupun ke pinggir jalan. Namun orangutan yang dimaksud tidak ditemukan.
--page
Pihak BKSDA meminta warga agar tetap mengawasi lingkungan sekitar. Bila orangutan kembali muncul, warga diminta melaporkan kembali ke BKSDA. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









