SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur, merasa was-was. Pasalnya seekor beruang madu telah membuat sarang di sebatang pohon tak jauh dari permukiman warga. 

Hal itu pun masuk ke laporan Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Pos Jaga Sampit. Laporan itu diterima pada Senin, 22 November 2021. 

"Ya, ad kami terima laporan terkait kemunculan beruang madu. Beruang tersebut membuat sarang di belakang rumah warga, " kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Rabu 24 November 2021. 

Tentu saja hal ini membuat warga resah dan was-was. Pihak BKSDA pun telah berupaya menenangkan warga dan memberikan masukan dalam menyikapi kemunculan beruang sekitar permukiman. 

Muriansyah menjelaskan penyebab satwa liar itu berani mendekatipermukiman karena habitat aslinya yang mulai mengalami kerusakan. Hal ini berdampak pada pakan alaminya. "Akhirnya mereka mencari makan ke lokasi lain, termasuk permukiman," lanjutnya. 

--page

Lokasi pelaporan kemunculan beruang tersebut cukup jauh dari pusat Kota Sampit. Pihak BKSDA pun berupaya memberikan arahan kepada warga setempat dari jarak jauh, terkait perilaku beruang sehingga meminimalisasi kemunculannya kembali. 

"Kami juga menyarankan agar sarang yang dibuat beruang di belakang rumah itu dihancurkan atau dibakar, " imbuhnya. 

BKSDA juga menyarankan pemilik kebun, terutama di lokasi beruang membuat sarang agar menutup akses ke lokasi yang berpotensi dibuat sarang, seperti kebun buah. Agar hewan berbahaya ini tak bisa masuk dan membuat sarang baru. 

"Dari hasil observasi, biasanya beruang madu muncul karena ada pohon buah, seperti nanas dan nangka, atau sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh warga. Karena diketahui dari jejak yang ditinggalkan, beruang madu kerap mengacak-acak dan memakan sampah tersebut," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)