PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi cuaca yang kurang bersahabat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya pada akhir tahun ini, berdampak pada hasil tangkapan nelayan di pesisir Terpadu Bogam Raya, Kecamatan Kumai.

Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Barat, Hapy Kamis mengatakan jika tangkapan nelayan di pesisir Kumai, dalam dua bulan terakhir ini menurun, karena cuaca ekstrem yang terjadi. Bahkan, sejumlah nelayan tidak melaut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Karena cuaca ekstrem yang terjadi dapat menimbulkan gelombang tinggi, nelayan tidak berani melaut. Kondisi ini menyebabkan hasil tangkapan nelayan turun," kata Hapy Kamis, Senin, 29 November 2021.

Saat ini harga kepiting sedang bagus - bagusnya, namun nelayan justru dihadapkan pada kondisi cuaca buruk. Biasanya dalam sepekan melaut, mereka mampu mendapatkan puluhan kilogram kepiting, namun sekarang turun drastis.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Keraya, Suharmalik, bahwa dengan kondisi cuaca seperti saat ini, hasil tangkapan menurun sekitar 50 sampai 60 persen dibandingkan dengan hari biasa saat cuaca baik.

"Saat ini sulit, cuaca benar - benar jadi kendala para nelayan. Sehingga tangkapan mereka turun drastis," ungkapnya.

--page

Terpisah, Kades Kubu Safarudin menambahkan, dengan cuaca yang ekstrem dan gelombang lumayan tinggi, nelayan di desanya juga mengalami hal yang sama. Hasil tangkapan ikan menurun, seperti jenis Ikan gembung, bawal, telang, kakap merah, udang dan kepiting.

"Akibat cuaca buruk tersebut untuk di Desa Kubu ada nelayan yang bersikeras pergi melaut, namun ada juga bertahan hingga menunggu cuaca bagus," imbuhnya.

Ia berpesan kepada warganya, agar selalu waspada dan hati - hati saat melaut, dengan memastikan kondisi cuaca. Kemudian alat keselamatan saat melaut juga harus diperhatikan dan disiapkan dengan baik. (DANANG/B-11)