BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timu, terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah berbagai bencana. Salah salah satunya bencana kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hawianan mengatakan kesiapsiagaan ini teruji saat instansinya melalui perubahan cuaca dengan peningkatan curah hujan. Saat kondisi itu tak hanya banjir, kasus kebakaran juga justru meningkat.
"Peningkatan curah hujan pada tahun 2021 ternyata tak dapat meredam kasus kebakaran di wilayah itu. Kasus kebakaran tahun ini justru mengalami peningkatan dibanding tahun lalu," jelasnya.
Fenomena perubahan iklim atau biasa disebut La Nina berakibat adanya anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan. Ini akibat curah hujan yang cukup tinggi ini sebagian wilayah Kotim dilanda banjir.
Namun ternyata meningkatnya curah hujan ini tak berarti kasus kebakaran di wilayah ini berkurang. Rata-rata kebakaran yang terjadi di Kotim setiap tahunnya berkisar 40-an kasus, akan tetapi dari data Disdamkarmat per 10 November sudah ada 51 kasus kebakaran di Kotim.
--page
Dia menjelaskan dengan curah hujan yang tinggi justru membuat risiko terjadinya korsleting listrik dan sambaran petir meningkat. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
Jika di musim kemarau masyarakat harus waspada terhadap lahan yang mudah terbakar akibat kekeringan dan paparan terik matahari. Maka di musim hujan masyarakat harus waspada terhadap potensi adanya korsleting listrik dan sambaran petir.
La Nina telah dikategorikan sebagai bencana. Pemkab Kotim memprogramkan berbagai kegiatan untuk mengantisipasi dampak fenomena tersebut.
Begitu pula Disdamkarmat Kotim yang senantiasa mendukung upaya pemerintah tersebut demi kebaikan Kotim dan masyarakat. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









