SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seekor beruang madu masih berkeliaran di sekitar kebun warga di Jalan Samekto Barat, Sampit, Kotawaringin Timur. Namun perangkap yang sebelumnya sudah dipasang selama dua bulan lebih harus dipindahkan ke lokasi lain, yakni ke Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean. 

Berdasarkan pengakuan warga pemilik kebun sekitar lokasi kemunculan beruang, satwa tersebut masih ada di sekitar lokasi. Tetapi tak berani mendekat ke lokasi yang dipasang perangkap. 

"Beruang bolak balik sekitaran kawasan itu saja. Tapi tidak mau lagi ke arah lokasi pemasangan perangkap," ujar Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Rabu, 1 Desember 2021. 

Ditambahkannya, perangkap beruang pernah satu kali tertutup. Artinya beruang pernah mendekati perangkap, namun lolos. 

"Setelah itu beruang jera dan tidak berani lagi datang ke kebun milik Pak Budi itu," imbuhnya. 

--page

Muriansyah mengimbau warga atau pemilik kebun tetap berhati-hati, saat melakukan aktivitas di kawasan itu. Apalagi di kawasan itu masih banyak buah-buahan yang potensial menjadi makanan beruang. 

Sementara itu, pihaknya terpaksa memindahkan perangkap ke Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, karena di lokasi baru ini kemunculan beruang lebih intens, dan sangat dekat dengan permukiman warga. (USAY NOR RAHMAD/B-7)