BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, telah memasang perangkap untuk menangkap beruang yang berkeliaran di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, Rabu, 1 Desember 2021. Perangkap beruang dipasang umpan khusus selain buah-buahan.
"Selain buah nanas, kami juga pasang umpan jeroan ayam berupa hati dan juga telur ayam," ungka Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Kamis, 2 November 2021.
Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian beruang melalui aroma khas dari jeroan dan telur. Sehingga diharapkan beruang dapat dengan cepat ditangkap.
Beberapa bulan belakangan, beruang sangat sulit ditangkap menggunakan perangkap. Baik itu di sekitar Jalan Lingkar Kota maupun di Jalan Samekto Barat, Sampit, yang sebelumnya menjadi lokasi pemasangan perangkap.
"Di Samekto Barat, bahkan kami sudah pasang selama lebih dari 2 bulan. Tapi beruang tak kunjung masuk perangkap. Memang pernah ada sekali perangkap tertutup, diperkirakan beruang lepas, namun jera untuk mendekat," jelasnya.
--page
Sementara itu, di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, kemunculan beruang terbilang intens. Beberapa hari setelah adanya laporan beruang membuat sarang di belakang rumah warga, BKSDA kembali menerima 2 laporan kemunculan beruang.
Sebab itu, pihak BKSDA pun akhirnya memutuskan memindahkan perangkap beruang di Jalan Samekto Barat, Sampit. Perangkap dipasang tak jauh dari lokasi sarang beruang ditemukan di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









