BORNEONEWS, Pulang Pisau - Instalasi Budidaya Ikan Lokal Lahan Gambut (IBILAGA) merupakan balai budidaya ikan air tawar. Instalasi ini merupakan cabang dari Mandiangin Kalimantan Selatan, di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Luas lahan yang dijadikan kolam sebagai tempat benih ikan kurang lebih 26 hektare. Hingga saat ini ada 7 sampai 10 hektare kolam yang baru dikerjakan dalam proses pembenihan. Kolam yang tersedia, keseluruhannya ada 49 kolam, di antaranya 20 kolam digunakan sebagai kolam pembesaran benih.
Benih ikan yang dikembangkan ada 3 di antara, patin, patin, gabus, dan pepuyu. "Benihnya kita kembangkan sendiri. Indukannya dari Mandi Angin," ucap Koordinator Stasiun IBILAGA Instalasi Budidaya Ikan Lokal Lahan Gambut, Juliansyah, Kamis.
Dia mengatakan, ikan gabus mulai dari pembenihan sampai pembesaran dikerjakan disini. Bulan Januari nanti setok induknya sudah ada. Untuk ikan papuyuh juga sudah ada mulai dari pembenihan Sampai menjadi induk, ucapnya.
Saat ini kebutuhan ikan dipasaran terus meningkat. Khususnya di wilayah yang ada di Kalimantan Tengah. Melihat pembudidaya ikan yang semakin banyak dimasyarakat. Tentunya sangat saling membantu antara masyarakat dan IBILAGA sebagai tempat penyediaan benih.
--page
"Jadi dari tujuan adanya IBILAGA untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, tempat penyediaan benih ikan. Jadi kita cetakan benih Mandiangin di pusat akan berikan info persediaan benih yang ada. Karena wilayah kerja kami, termasuk hampir diseluruh Kalimantan, Bali, NTT, dan NTB. Ada 8 Provinsi wilayah kerja kami," ucapnya.
Dia mengatakan, tahun ini memang lagi banyak benih ikan patin dan papuyu. Sebelumnya hanya benih ikan patin yang selalu tersedia. Selain itu juga tujuan dari ini, bisa terus membantu masyarakat untuk lebih dekat mencari benih ikan. Dan harapannya yang pasti dengan kami disini untuk bisa membantu masyarakat disekitar, terutama di Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Kalimantan Tengah. (MAGANG 3/B-5)









