PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan ekspor Kalimantan Tengah selama Oktober 2021 mengalami kenaikan 90,06 persen atau mecapai US$ 322,40 juta dibanding September yang hanya US$ 169,63 juta.

"Seluruh komoditas ekspor Kalteng selama bulan Oktober 2021 merupakan barang non migas," sebutnya Kamis, 2 Desember 2021

Selain itu total volume ekspor Kalteng selama Oktober 2021 juga mengalami peningkatan 52,83 persen atau 563,40 ribu ton dibandingkan total volume ekspor pada September 2021.

Ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar 76,83 persen terhadap total ekspor Kalteng di Oktober 2021.

Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$ 141,10 juta atau 132,38 persen. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor komoditas batu bara, bijih zirconium, bijih seng, bijih alumunium, dan bijih timbal.

Selanjutnya nilai ekspor hasil industri pada Oktober 2021 yaitu US$ 74,69 juta dan berkontribusi 23,16 persen terhadap total ekspor Kalteng.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai US$ 15,57 juta atau 26,34 persen.

--page

Komoditas ekspor yang mengalami peningkatan diantaranya yaitu fraksi cair dari refined palm oil (RPO), palm fatty acid distillate, dan bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit.

Sementara itu, untuk nilai ekspor sektor pertanian pada Oktober 2021 mengalami penurunan US$ 3,90 juta dibandingkan dengan bulan September 2021 lalu. Penurunan ini disebabkan menurunnya ekspor komoditas cangkang kernel kelapa sawit. (DONNY/B-11)