BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Oktober 2021 ada beberapa jenis komoditas utama yang diekspor Kalteng ke beberapa negara di belahan dunia.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya mengungkapkan komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah di antaranya batu bara dan lignit yang masuk pada kelompok bahan bakar mineral, RPO dan fraksi cairnya masuk pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati.
"Ada juga bijih zirconium, bijih ilmenit, bijih seng, bijih alumunium, dan bijih timbal yang masuk pada kelompok bijih logam, terak, dan abu, serta karet alam masuk pada kelompok karet dan barang dari karet," ujarnya, Kamis 2 Desember 2021.
Dalam penjelasannya, apabila dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua golongan barang, kecuali kelompok karet dan barang dari karet, kayu dan barang dari kayu, bahan kimia anorganik, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
Ekspor bahan bakar mineral mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 130,12 juta atau 134,19 persen. Sedangkan, penurunan terbesar terjadi pada kelompok karet dan barang dari karet senilai US$ 2,21 juta atau 21,79 persen.
Jika dibandingkan dengan kondisi Oktober 2020, nilai ekspor Kalteng pada semua golongan barang di Oktober 2021 mengalami kenaikan, kecuali kayu dan barang dari kayu, karet dan barang dari karet, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
--page
Komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan terbesar US$ 173,13 juta atau 320,85 persen, kemudian diikuti oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang meningkat senilai US$ 28,11 juta atau 112,26 persen.
Sementara itu ekspor kayu dan barang dari kayu mengalami penurunan terbesar senilai US$ 3,17 juta 36,48 persen.
Dihitung secara kumulatif dari Januari - Oktober 2021, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara US$ 1.470,20 juta atau 60,65 persen dari total ekspor.
Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati, bijih logam, terak, dan abu, karet dan barang dari karet, serta kayu dan barang dari kayu berkontribusi 29,99 persen.
Dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, nilai ekspor seluruh komoditas mengalami kenaikan, kecuali komoditas bijih logam, terak, dan abu serta garam, belerang, batu dan semen yang menurun masing-masing senilai US$ 17,77 juta atau 13,42 persen dan US$ 0,47 juta atau 14,20 persen.
Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat senilai US$ 655,42 juta atau 80,44 persen. (DONNY D/B-11)









