BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan ada 3 negara yang menjadi tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah pada Oktober 2021 yaitu Tiongkok, Jepang, dan India.
Dengan rincian ekspor ke Tiongkok mencapai yakni US$ 156,29 juta atau 48,48 persen, Jepang US$ 57,27 juta atau 17,77 persen, dan India US$ 45,37 juta atau 14,07 persen.
"Dibanding bulan sebelumnya terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Korea Selatan, Malaysia dan beberapa negara dalam kelompok negara lainnya," ujar Eko, Kamis, 2 Desember 2021.
Ekspor ke Tiongkok mengalami peningkatan terbesar yaitu senilai US$ 83,71 juta atau 115,33 persen.
Hal ini karena didorong oleh meningkatnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara dan lignit), bijih logam, terak, dan abu (bijih zirconium, bijih seng, bijih alumunium, dan bijih timbal), lemak dan minyak hewani/nabati (fraksi cari RPO), serta berbagai produk kimia (bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit).
Sementara ekspor ke Korea Selatan mengalami penurunan terbesar senilai US$ 13,75 juta atau 87,14 persen. Ini terjadi disebabkan oleh menurunnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara) dan bahan anyaman nabati (cangkang kernel kelapa sawit).
Selanjutnya, dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama pada tahun 2020, di Oktober 2021 terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua negara tujuan, kecuali Korea Selatan dan beberapa negara dalam kelompok negara lainnya.
--page
Kemudian, ekspor ke Tiongkok mengalami kenaikan terbesar yaitu mencapai US$ 134,30 juta atau 610,73 persen, karena didorong oleh peningkatan ekspor bahan bakar mineral (batu bara dan lignit), lemak dan minyak hewani/nabati (fraksi cair RPO), bijih logam, terak, dan abu (bijih zirconium, bijih ilmenit, bijih seng, bijih alumunium, dan bijih timbal), dan ampas dan sisa industri makanan (bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit).
Negara lain yang juga mengalami peningkatan ekspor yaitu, Jepang senilai US$ 33,76 juta atau 143,60 persen, India US$ 24,21 juta 114,41 persen, Philipina US$ 17,52 juta 3.504,00 persen, Taiwan US$ 13,45 juta 490,88 persen, Spanyol US$ 5,10 juta dan tidak ada transaksi ekspor pada Oktober 2020, Malaysia US$ 3,94 juta 43,97 persen, serta Viet Nam US$ 0,82 juta 46,33 persen.
Sedangkan ekspor ke Korea Selatan mengalami penurunan terbesar senilai US$ 4,21 juta atau 67,47 persen, terutama disebabkan oleh menurunnya ekspor bahan bakar mineral (batu bara).
Secara kumulatif, dari bulan Januari–Oktober 2021, Tiongkok menempati posisi pertama negara tujuan ekspor Kalteng dengan nilai mencapai US$ 877,23 juta atau 36,19 persen dari total ekspor.
Ekspor ke Jepang menempati posisi kedua dengan nilai US$ 602,20 juta atau 24,84 persen, dan ekspor ke India berada di posisi ketiga yaitu senilai US$ 239,15 juta atau 9,87 persen. (DONNY/B-11)









