BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gelombang pasang laut yang berpotensi menimbulkan banjir rob seperti beberapa hari lalu di kawasan pesisir Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bisa saja berulang kembali.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Aqil Ihsan, Kamis, 9 November 2021 menjelaskan, Siklon Tropis Nyatoh yang mempengaruhi kondisi cuaca saat ini masih terus berlangsung.
"Karena wilayah Kalimantan memang sering terjadi gangguan atmosfer seperti konvergensi dan belokan angin. Kemudian efek tidak langsung dari Siklon Tropis Nyatoh di wilayah Filipina. Ditambah lagi dengan posisi Perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi yang menyebabkan tingginya pasang surut air laut," jelas Aqil Ihsan.
Berdasarkan data yang ada, menurut Aqil Ihsan, fase bulan baru terjadi 4 Desember 2031 dan fase bulan purnama terjadi tanggal 19 Desember 2021.
"Semoga saat terjadinya fase bulan purnama yang berpengaruh pada pasang maksimum air laut, tidak beriringan dengan gangguan amosfer lainnya. Bila itu terjadi, diperkirakan rob atau gelombang pasang air laut hingga kedaratan bakal terjadi lagi," jelas Aqil Ihsan.
--page
Menurut Aqil Ihsan, hal serupa juga bisa terjadi pada bulan lainnya walau tidak pada puncak pasang maksimum air laut.
"Pastinya potensi tersebut masih ada, bila terjadinya pasang laut disertai gangguan cuaca yang ekstrim," jelas Aqil Ihsan. (WAHYU KRIDA/B-7)









