BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seekor trenggiling bernama latin Manis Javanica yang ditemukan oleh warga atau Pecinta Reptil, dilepasliarkan oleh BKSDA SKW II Pangkalan Bun ke habitat asalnya di Suaka Margasatwa Lamandau.
Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Setiadi mengatakan, dipilihanya Suaka Margasatwa Lamandau sebagai tempat pelepasliaran trenggiling atau hewan dilindungi itu karena di lokasi tersebut masih asri dan makanan masih banyak.
"Hewan tersebut memakan serangga, dan di kawasan Suaka Margasatwa Lamandau kebutuhan makanan hewan tersebut masih banyak," kata Dendi Setiadi saat dikonfirmasi pada Sabtu, 11 Desember 2021.
Dendi menjelaskan, trenggiling tersebut ditemukan saat melintas di jalan raya oleh komunitas pecinta reptil asal Kobar. Mereka khawatir hewan tersebut ditabrak kendaraan atau diambil orang tak bertanggung jawab hingga akhirnya diamankan dan dibawa ke BKSDA.
"Sebelum kita lepas ke alam, trenggiling terlebih dulu kita karantina untuk diperiksa kesehatannya," jelasnya.
--page
Dari hasil pemeriksaan, trenggiling dengan jenis kelamin jantan dan berusia sekitar 1 tahun tersebut dinyatakan sehat. Barulah tim merilisnya kembali ke hutan.
"Memang keberadaan atau populasi trenggiling di Kobar akhir-akhir ini meningkat. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat, jangan sekali-kali menangkap dan memperdagangkan hewan lindung tersebut, sebab ancamannya pidana," pungkasnya. (DANANG/B-7)









