BORNEONEWS, Palangka Raya - Tiga jenis kebutuhan pokok di Palangka Raya mengalami kenaikan di akhir tahun ini. Kenaikan tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian (DisperkopUKMP) Kota Palangka Raya di pasar tradisional, Senin, 20 Desember 2021.

Kebutuhan pokok itu di antaranya gula pasir mengalami kenaikan 12 persen dari Rp 12,500 menjadi Rp 14 ribu. Kemudian daging sapi murni naik 4 persen dari Rp 130 ribu menjadi Rp 135 ribu per kilogram.

Selanjutnya, telur ayam broiler dari harga sebelumnya Rp 1.800 ada kenaikan 200 rupiah sehingga menjadi Rp 2000 atau naik sekitar 11 persen. Harga barang lainnya masih berada pada harga sama dan relatif stabil.

"Hanya saja harga cabai rawit masih tergolong tinggi. Sampai hari ini harganya masih bertahan Rp 120 ribu per kilogram," kata Kepala DisperkopUKMP, Rawang melalui Kabid Perdagangan Hadriansyah.

Mahalnya harga cabai ini menurutnya karena petani di Kota Cantik banyak yang gagal panen karena lahan pertanian terendam banjir yang melanda sejumlah wilayah kota setempat beberapa waktu lalu.

--page

Hadriansyah menuturkan selama ini kebutuhan cabai untuk masyarakat Palangka Raya disuplai dari Kapuas dan Kalsel, sehingga kestabilan harga cabai sulit dikendalikan jika di daerah terjadi gagal panen. (HENDRI/B-7)