SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Akhir tahun 2021, masih ada terdeteksi titik panas di Kotawaringin Timur. Itu disebabkan karena intensitas hujan yang rendah dalam beberapa hari belakangan ini.

Data rilis harian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, menunjukkan terdapat 2 titik panas di Kotim 30 Desember 2021.

"Dua titik panas yang diduga kebakaran laham itu terdeteksi oleh satelit NOAA20," jelas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Jumat, 31 Desember 2021.

Dua titik panas itu terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang dan Mentaya Hilir Utara. 

Sementara itu berdasarkan prakiraan curah hujan, di Kabupaten Kotawaringin Timur berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat untuk 24 jam belakangan ini. 

--page

"Cuaca begitu dinamis, keberadaan titik panas yang terdeteksi satelit hendaknya jadi perhatian terutama di wilayah kecamatan yang bersangkutan,"pungkasnya.

Seperti diketahui keberadaan titik panas biasanya menjadi salah satu acuan dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan. Adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan ini hendaknya menjadi perhatian untuk mencegah pembakaran lahan yang disengaja baik oleh oknum warga maupun pihak perusahaan. (USAY NOR RAHMAD/B-7)