BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui data rilisnya menyampaikan, seluruh komoditas ekspor Kalteng di bulan November 2021 merupakan barang non migas dengan nilai mencapai US$ 324,39 juta dan itu mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen dibanding Oktober 2021 yang hanya senilai US$ 322,40 juta.
"Sedangkan untuk total volume ekspor Kalteng di November 2021 mengalami penurunan sebesar 2,98 persen atau hanya 48,52 ribu ton dibandingkan dengan total volume ekspor Oktober 2021," sebut Eko, Kamis, 6 Januari 2021.
Dijelaskan bahwa, ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi paling besar yakni mencapai 79,68 persen terhadap total ekspor Kalteng pada bulan November 2021. Apabila dibanding dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$ 10,78 juta atau 4,35 persen.
"Peningkatan ini karena disebabkan oleh meningkatnya ekspor komoditas batu bara, bauksit, dan bijih ilmenit," jelasnya.
Nilai ekspor hasil industri pada November 2021 yakni senilai US$ 65,92 juta dan berkontribusi sebesar 20,32 persen terhadap total ekspor Kalteng. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri ini mengalami penurunan senilai US$ 8,77 juta atau 11,74 persen.
--page
Selanjutnya, komoditas ekspor yang mengalami penurunan yakni diantaranya fraksi cair dari refined palm oil (RPO), kayu dari kayu tropis, bungkil dari biji atau kernel kelapa sawit, dan karet alam.
Sementara itu, nilai ekspor sektor pertanian pada November 2021 juga mengalami penurunan yaitu senilai US$ 0,02 juta jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2021. Penurunan ini karena disebabkan menurunnya ekspor komoditas ikan hias air tawar. (DONNY D/B-7)









