BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama November 2021 Kalteng telah mengekspor berbagai jenis komoditas ke berbagai negara.
Komoditas utama ekspor Kalteng selama bulan itu yakni batu bara dan lignit yang masuk kelompok bahan bakar mineral, RPO dan fraksi cairnya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, bauksit, bijih zirconium, bijih ilmenit, bijih seng, dan bijih timbal kelompok bijih logam, terak, dan abu, serta kayu dan kayu lapis kelompok kayu dan barang dari kayu.
"Jika dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk semua golongan barang, kecuali kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, ampas dan sisa industri makanan, garam, belerang, batu, dan semen, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya," kata Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Kamis, 6 Januari 2021.
Selanjutnya ekspor bijih logam, terak, dan abu mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 7,11 juta atau 35,44 persen. Sementara penurunan terbesar terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yaitu senilai US$ 9,61 juta atau 30,06 persen.
Bila dibandingkan dengan kondisi bulan November tahun 2020, nilai ekspor pada semua golongan barang di November 2021 mengalami kenaikan, kecuali karet dan barang dari karet, ampas dan sisa industri makanan, garam, belerang, batu, dan semen, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya.
Kemudian komoditas bahan bakar mineral juga mengalami kenaikan terbesar senilai US$ 152,52 juta atau 194,00 persen, hal itu diikuti oleh komoditas bijih logam, terak, dan abu logam yang meningkat senilai US$ 11,95 juta atau 78,52 persen. Namun, ekspor karet dan barang dari karet mengalami penurunan terbesar senilai US$ 1,47 juta atau 13,57 persen.
"Dihitung secara kumulatif, dari Januari – November 2021, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara yaitu senilai US$ 1.701,34 juta atau 61,90 persen dari total ekspor," terangnya.
--page
"Sedangkan omoditas lemak dan minyak hewani/nabati; bijih logam, terak, dan abu; karet dan barang dari karet; serta kayu dan barang dari kayu berkontribusi sebesar 29,76 persen," tambahnya.
Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor seluruh komoditas mengalami kenaikan, kecuali komoditas bijih logam, terak, dan abu, garam, belerang, batu dan semen, dan perabotan, lampu, dan alat penerangan. Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat senilai US$ 807,94 juta atau 90,43 persen. (DONNY D/B-11)









