BORNEONEWS, Sampit - Menanggapi laporan warga yang resah akan kemunculan beruang yang semakin agresif, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, akhirnya memasang perangkap di Jalan Karya Bersama, Lingkar Kota Utara, Sampit Kotawaringin Timur. Dalam upaya tersebut, petugas terkendala medan yang sulit.
"Mobil pengangkut perangkap beruang tidak bisa masuk karena terperosok di tanah gambut," ungkap Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 10 Januari 2022.
Lokasi pondok yang dirusak beruang berada sekitar 200 meter dari jalan utama. Sehingga petugas pun terpaksa harus berjalan kaki mengangkut perangkap besi itu.
"Syukurnya, perangkap yang kami bawa ini lebih ringan dari biasanya. Sehingga masih bisa diangkat jalan kaki," imbuhnya.
BKSDA dibantu personel Manggala Agni dan pelapor pun mengangkat perangkap itu hingga akhirnya sampai ke lokasi.
--page
Lokasi sekitar dominan merupakan lahan gambut hingga membuat petugas kesulitan dalam upaya menangkap beruang menggunakan perangkap itu. Selain itu mobil juga belum bisa masuk ke dalam karena sempitnya jalan.
Sesampai di lokasi, petugas menentukan titik pemasangan perangkap. Perangkap dipasang di titik yang diyakini sering jadi akses keluar masuk beruang menuju pondok. Selanjutnya petugas meminta warga sekitar atau pelapor mengawasi perangkap. Bila beruang masuk ke perangkap, warga diminta melapor.
"Sebab kalau pun terperangkap kami tak berani membawa langsung. Kami akan minta bantuan ke BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun untuk selanjutnya pembiusan baru ditangkap," kata Muriansyah. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









