BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah didampingi Wakil Bupati Kobar, Ahamdi Riansyah, menghadiri acara syukuran sekaligus meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk sistem penyediaan air minum (SPAM), IKK Kumai yang terletak di Desa Bum Harjo, Kecamatan Kumai, Selasa, 11 Januari 2022.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kobar, unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kobar, Sekda Kobar, Direktur PDAM Tirta Arut, Camat, Kades, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas pembangunan IPA Kapasitas air 30 liter/detik, untuk SPAM.

"Semoga proses mengolah air berfungsi dengan baik, agar mendapatkan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu, atau siap untuk dikonsumsi," kata Nurhidayah.

Dia berharap, kerja sama yang yang telah terbangun ini tetap terus ditingkatkan dan terus terjalin dengan baik di masa-masa yang akan datang.

--page

Ia menambahkan, sesuai dengan amanat RPJMN 2020-2024, pemerintah melalui program pembangunan nasional dan pencapaian SDGS tahun 2030, menetapkan bahwa pada tahun 2024 Indonesia dapat menyediakan 100 persen layanan air minum yang layak, dan 90 persen sanitasi layak untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Jadi, peningkatan ketersediaan dan penyediaan akses air minum, serta sanitasi dasar yang berkesinambungan untuk mencapai target SDGS dan target pembangunan nasional, merupakan salah satu upaya dan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat," imbuhnya.

Maka, berkat komunikasi dan koordinasi dan kegiatan bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, telah terbangun IPA, untuk SPAM IKK Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai.

"Melalui pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) kabupaten Kotawaringin Barat ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih terutama pada musim kemarau. Sehingga, masyarakat di Desa Bumi Harjo dan desa-desa sekitarnya mendapat kemudahan untuk mendapatkan air bersih yang aman untuk dikonsumsi masyarakat," pungkasnya. (DANANG/B-7)