BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah membuka Festival Seni Qasidah V dan lomba kelompok terbangan tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat di Gedung Antakusuma Pangkalan Bun Park pada Selasa, 22 Maret 2022.
"Kegiatan ini sangatlah strategis karena melalui festival seni budaya Islam. Ukhuwah Islamiyah dapat lebih dieratkan, disamping juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap ekspresi seni budaya yang Islami," ujarnya.
Melalui Festival Seni Budaya Islam seperti yang laksanakan ini, ia berharap dapat memberikan memotivasi kepada anak-anak dan para remaja sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan Festival Seni Qasidah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kobar ini sangatlah penting dalam rangka turut memacu laju pembangunan bangsa dan daerah, yang syarat dengan muatan dan rumusan nilai agama.
Tentu hal ini menjadi tanggung jawab dan peran serta lembaga seni budaya tokoh-tokoh pimpinan agama, termasuk para seniman, untuk melaksanakan pembangunan dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi melalui pintu dan bahasa seni Budaya Islami.
--page
"Sebagai salah satu kekayaan dan khazanah budaya bangsa, seni Qasidah ini sudah sepantasnya mendapat perhatian dari pemerintah. Kita berharap seni qasidah mampu bersaing dengan kesenian lainnya, dan tetap selalu mendapat tempat di masyarakat kita," imbuhnya.
Untuk itu, melalui Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) ia berharap, kesenian ini terus dikembangkan, dipacu dan ditingkatkan kualitasnya karena memiliki misi yang cukup jelas yaitu seni sebagai media dakwah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk menyatukan derap langkah dan merenungi serta mengambil makna dari sejarah kehidupan Rasulullah SAW, baik sejarah kehidupan pribadi maupun sejarah perjuangan Rasulullah di dalam menegakkan risalah Islam yang sangat kaya akan tauladan.
"Salah satu tauladan Rasulullah SAW yang kiranya sangat aktual dengan situasi dan kondisi kita saat ini, adalah sikap kepemimpinan Rasulullah SAW yang arif dalam memecahkan masalah-masalah sosial kemasyarakatan," ungkapnya.
"Mari jauhkan diri dari sikap saling curiga dan prasangka. Negara kita adalah negara yang besar dengan beraneka ragam budaya, agama, ras, bahasa dan kebudayaan yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini patut kita syukuri, bukan sebaliknya untuk dipertentangkan dan dan dibanding-bandingkan," pungkasnya. (DANANG/ B-7)









