BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang siswa kelas X di SMAN 1 Palangka Raya terkonfirmasi positif Covid-19. Mengantisipasi penyebarannya semakin meluas, tim Satgas Kecamatan Pahandut dan sekolah meliburkan kegiatan belajar tatap muka selama 7 hari ke depan.
Camat Pahandut, Berlianto mengatakan, kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) untuk sementara ditiadakan demi mencegah transmisi lokal serta penyebaran Covid-19 di sekolah. Libur sementara ini mengacu pada SKB 4 menteri.
"Sudah swab semua 40 orang siswa yang satu kelas bersama siswa yang terkonfirmasi positif. Guru-guru juga semuanya sudah diswab. Semua ruangan kelas juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan dan sekolah itu diliburkan sampai tanggal 11 Februari nanti," kata Berlianto, Jumat, 4 Februari 2022.
Berlianto pun menjelaskan kronologinya. Ia mengatakan, berdasarkan surat antigen dari Klinik Permata Hati jika swab dilakukan kepada yang bersangkutan pada hari Kamis, 3 Februari kemarin.
Selain itu juga, ia mendapatkan informasi dari satpam sekolah yang memiliki keluarga yang bekerja di RS Betang Pambelum, turut memberikan info bahwa siswa tersebut memiliki hasil swab positif Covid-19.
--page
"Kemudian dari pihak kesiswaan menyampaikan hal tersebut kepada kepala sekolah, kemudian kepala sekolah menyampaikan ke seluruh siswa untuk pulang. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan full sistem daring," jelasnya.
"Mudah-mudahan nanti hasil swab warga sekolah bisa negatif sehingga nantinya pelaksanaan kegiatan sekolah di SMAN 1 bisa berlangsung lagi," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palangka Raya Arbusin membenarkan, jika ada salah satu siswanya yang positif Covid-19. PTM terbatas 100 persen ditiadakan sementara dan dilakukan Pelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah SMAN 1 Palangka Raya melakukan tracing dengan melakukan swab antingen kepada siswa yang satu kelas, dengan siswa yang terpapar Covid-19.
"Dari hasil tracing ditemukan ada empat siswa yang memiliki gejala dan kita arahkan untuk melakukan Swab PCR, untuk memastikan siswa tersebut terpapar atau tidak," ungkapnya.
Sementara dari hasil pemeriksaan semua guru yang mengajar hasilnya swab antigen negatif. Arbusin menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim kesehatan, untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan.
"Selama PJJ dilaksanakan selama seminggu ke depan ini, para siswa kita larang dulu ke sekolah. Untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









