PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus Covid-19 varian Omicron telah ditemukan masuk Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun bukan di wikayah Kabupaten Kotawaringin Barat namun unsur tim Satgas Covid-19 Kobar telah bersiap mengantisipasi masuknya virus varian baru tersebut.

Seperti yang disampaikan Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Devy Firmansyah bahwa, perintah pencegahan omciron sudah dijelaskan dan disampaikan langsung oleh Presiden, Gubernur dan juga Bupati, yaitu penyiapan sarpras dan juga penyekatan pintu masuk antar wilayah.

"Pada prinsipnya kami siap untuk mendukung dan melaksanakan kegiatan pencegahan masuknya Omicron ke Kobar, dan memang harus dilakukan ntisipasi secara maksimal," kata Devy Firmansyah, saat dikonfirmasi pada Selasa, 8 Februari 2022.

Devy menyebutkan, bahwa ada beberapa langkah pencegahan masuknya virus Covid-19 varian baru ini, dan belajar dari pengalaman sebelumnya saat Kobar peringkat dua kasus Covid-19, serta ada perintah langsung Bupati Kobar, yaitu pertama adalah pengecekan ketersediaan bed occupancy rate (Bor), kemudian obat-obatan dan oksigen.

"Kita juga sebagai Satgas Covid-19 Kobar memastikan Oksigen tersedia, dan juga dari pihak Korindo tetap bisa membantu kita menyuplai satu hari 100 tabung, itu kita pastikan kembali," jelas Kapolres.

Kemudian yang kedua, mengaktifkan kembali Posko PPKM, sebab sudah berjalan beberapa hari ini ada penambahan angka terkonfirmasi Covid-19 di Kobar.

--page

"Jadi Posko PPKM ini kita pastikan kembali untuk berfungsi melakukan pengawasan terhadap pasien pasien yang menjalani Isoman, dan kembali menghidupkan Isoter atau tempat isolasi terpadu," tuturnya.

Selanjutnya, seperti arahan Bupati bahwa akan dihidupkannya kembali Posko di empat titik pintu masuk, maka pihaknya siap mendukung melakukan pengawasan secara melekat.

Diantaranya, di Bandara, yaitu memantau aktivitas keluar masuk penumpang. Kemudian, di pelabuhan itu juga sama, memantau aktivitas keluar masuknya penumpang dari luar provinsi. Serta di Simpang Kecamatan Kotawaringin Lama, untuk mengantisipasi masuknya orang dari Sukamara maupun yang dari Kalimantan Barat, dan terakhir adalah di Pangkalan Banteng, untuk mengantisipasi yang masuknya dari arah Palangkaraya maupun dari Sampit.

"Pada prinsipnya kita siap, karena kita sudah pernah mengalami jadi bisa lebih siap. Anggota juga sudah siap dan akan kita tingkatkan lagi, termasuk sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat akan digencarkan kembali," pungkasnya. (DANANG/B-5)