BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Seksi Kesehatan Hewan atau Kasi Keswan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya, Oktopriadly mengatakan, saat ini, para relawan vaksinator juga diminta untuk membantu pelaporan jika menemukan adanya kasus ASF atau Demam Babi Afrika.
"Kami di dinas kan orangnya terbatas, sementara kita punya 15 orang vaksinator rabies yang kerap bertemu langsung dengan masyarakat karena kegiatannya yang memberikan vaksin rabies door to door. Makanya, kita minta bantu vaksinator rabies juga untuk melaporkan jika menemukan ada kasus ASF di masyarakat," kata Okto kepada Borneonews pada Sabtu, 12 Februari 2022.
Menurut Okto, kehadiran vaksinator rabies memang sangat membantu kerja dinas dalam mencapai kinerja yang diharapkan.
"Kita ini sekarang tidak hanya menangani penyakit rabies, tetapi juga kemasukan ASF. Sementara kita tahu di lingkungan kota kita ini kebanyakan masyarakat yang memelihara anjing juga memelihara babi, ataupun sebaliknya," tutur Okto lagi.
Karenanya, dirinya juga kerap mendapatkan pengaduan masyarakat mengenai kasus ASF ini melalui para vaksinator yang memberikan vaksin rabies ke anjing peliharaan masyarakat.
--page
"Memang kasus rabies di Kota Palangka Raya sudah sangat jauh menurun, kita harapkan kasus ASF juga berangsur menghilang dengan bantuan dari laporan para Vaksinator tentunya," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)









