SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit memastikan bahwa buaya yang belum lama ini muncul di dekat SMA Negeri 1 Samuda merupakan buaya yang sama dan biasa muncul di Sungai Sapihan, Mentaya Hilir Selatan. 

"Masih buaya yang dulu," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa 15 Februari 2022. 

Buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang 2,5 meter hingga 3 meter. Ukuran ini tergolong besar sehingga sangat rawan membahayakan warga. 

Buaya betah di Sungai Sapihan Kecil ini karena di sekitar lokasi ini masih banyak ternak milik warga. Diperparah dengan kebiasaan buruk warga yang membuang limbah ternak ke sungai. 

"Tidak jauh dari sini ada lokasi pemeliharaan ayam potong dan pembersihannya. Kotorannya atau limbah sisa ayam potong dicuci atau dibuang ke sungai," ungkapnya. 

Sebelumnya BKSDA pernah melakukan observasi tak jauh dari lokasi kemunculan ini. Tak hanya itu petugas juga telah memasang pancing namun buaya tak kunjung tertangkap. 

--page

BKSDA Pos Jaga Sampit kembali menerima laporan kemunculan buaya muara berukuran besar. Kali ini buaya tampak berada di dekat SMAN 1 Samuda, Mentaya Hilir Selatan. 

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menjelaskan laporan kemunculan itu masuk pada Rabu, 9 Februari 2022 lalu. Laporan ini telah diinventarisasi BKSDA namun belum ada informasi lanjut dari warga sekitar. (USAY NOR RAHMAD/B-6)