SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, meyakini buaya yang berkeliaran di parit HGU di perusahaan sawit di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, berasal dari Sungai Buding. Buaya terdesak karena keberadaan ikan di anak Sungai Sampit itu menipis. 

"Mungkin, di Sungai Buding dulu aktivitas setrum dulunya ramai jadi ikan sudah sangat jarang," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Senin, 21 Februari 2022. 

Pihak BKSDA melakukan penelitian kecil di sekitar kawasan ini dengan memancing di Sungai Buding, hasilnya tidak ada sambaran ikan. Namun ketika di coba di parit HGU lokasi kemunculan buaya pihak BKSDA banyak mendapatkan ikan. 

"Jadi kuat dugaan buaya-buaya yang masuk parit HGU karena mengejar ikan yang selama ini sebagai makanan utamanya," jelasnya. 

Sebelumnya, sempat menjadi pertanyaan keberadaan buaya di parit HGU. Pasalnya parit HGU lokasinya jauh dari sungai besar. Demikian halnya dengan kondisi parit HGU yang sempit sangat jauh dari lokasi habitat asli buaya. Apalagi buaya yang terlihat di parit HGU itu berukuran cukup besar sekitar 2 meter hingga 3 meter. 

--page

BKSDA telah melakukan observasi ke lokasi kemunculan tersebut didampingi oleh pihak perusahaan. Hasilnya, ternyata masih banyak aktivitas warga di sekitar. 

"Kami mengimbau warga terutama yang biasanya memancing di lokasi HGU agar berhati-hati. Kalau bisa mencari lagi lokasi yang lebih aman, karena sangat rawan," kata Muriansyah. (USAY NOR RAHMAD/B-7)