BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah mengatakan upaya pemerintah untuk memperoleh Piala Adipura tidak akan terwujud jika tidak didukung kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, kami mengajak masyarakat bersihkan lingkungan dan jangan berpangku tangan agar Adipura tak sekedar angan. Itu lah kuncinya," katanya, Senin, 21 Februari 2022.
Dia menuturkan, mendapatkan penghargaan piala adipura merupakan sebuah prestasi menggembirakan bagi setiap kota sekaligus kepala daerah yang meraihnya. Bukan hanya prestasi saja, adipura juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah itu sendiri.
Adipura adalah salah satu lambang kesuksesan yang menjadi dambaan setiap daerah. Oleh karena itu, para kepala daerah berlomba-lomba untuk meraih gelar kota terbersih dan bahkan mempertahankannya sampai bisa memperoleh gelar Adipura Kencana.
Adipura sendiri adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia sesuai kategori kota, yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Kegiatan ini merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Adipura terdiri dari 2 indikator pokok yakni yang pertama indikator kondisi lingkungan secara fisik perkotaan mencakup kebersihan semua wilayah, keteduhan, kelestarian lingkungan dengan representasi ruang hijau dan lainnya.
Serta yang kedua yakni indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.
--page
"Sudah lama Palangka Raya tidak meraih adipura. Semoga dengan dukungan seluruh masyarakat Kota Cantik ini mampu mewujudkan kota yang bersih, tertata dan sehat," tutupnya. (HENDRI/B-11)









