BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mendeteksi titik panas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Titik panas terdeteksi di Kecamatan Telaga Antang.
"Akumulasi titik panas di Kotim pada 23 Februari ada 1 yakni di Kecamatan Telaga Antang," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Kamis, 24 Februari 2022.
Titik panas ini diduga karena adanya kebakaran hutan dan lahan di kecamatan yang berada di Utara kabupaten itu. Akibat minimnya pertumbuhan awan dalam beberapa hari lalu.
Adapun potensi kemudahan kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca pada 24 Februari 2022, secara umum Kotim berada di kategori aman. Sedangkan pada 25 Februari, ada sejumlah wilayah berstatus mudah terbakar, bahkan ada juga sangat mudah terbakar.
Sementara itu, informasi per awanan citra satelit Himawari-8 Infrared Red Enhanced pukul 07.00 menunjukkan terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim.
--page
"Pertumbuhan awan signifikan terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Parenggean, dan Kecamatan Cempaga Hulu," katanya.
Untuk diketahui, Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Baik disengaja maupun karena faktor alam. Lahan Kotim yang dominan gambut berpotensi memperparah dampak kebakaran. Sehingga bila cuaca dalam kondisi kering atau minim pertumbuhan awan maka perlu waspada adanya kebakaran hutan dan lahan. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









