BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat diimbau agar lebih waspada dengan kebakaran lahan. Apalagi, cuaca dalam beberapa hari ini cukup panas. Selain itu, masyarakat juga diminta jangan sampai membuka lahan dengan cara dibakar atau melakukan perbuatan yang menyebabkan terjadinya kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Martogi Siallagan mengungkapkan, memasuki cuaca sedang panas seperti saat ini, semak belukar akan kering sehingga mudah terbakar.
"Kondisi lahan kering sangat mudah terbakar. Dimohon kepada masyarakat untuk bisa saling memantau lokasi agar terhindar dari kebakaran yang parah. Diharapkan juga tidak ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar karena sangat merugikan. Serta jangan suka membuang patung rokok sembarangan," ujarnya, Kamis, 3 Maret 2022.
Dia menuturkan, belum lama ini atau pada Senin, 28 Februari 2022, BPBD telah menindak lanjuti laporan tentang titik api di wilayah Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bergegas menuju ke lokasi yang disampaikan.
"Kondisi semak belukar sepanjang jalan menuju tempat wisata Bogam Raya jadi kering. Sehingga api dengan cepat membesar dan meluas," tuturnya.
--page
Dalam peristiwa itu, kurang lebih 1,5 hektar lahan yang didalamnya semak belukar dan ilalang kering, habis dilahap api. Sampai saat ini, masih belum diketahui penyebab terbakarnya lahan tersebut.
"Kami sampaikan, bila terjadi suatu kejadian yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem ataupun ada info titik api dapat menghubungi BPBD melalui media sosial maupun nomor contact person 081256701080 atau 085248663008," tuturnya. (DANANG/B-7)









