PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah hingga saat ini telah mencapai sekitar 2.600 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar, Samuel, mengatakan luasan tersebut tersebar di sejumlah wilayah dengan kejadian karhutla terbesar berada di Kecamatan Kumai dan Arut Selatan.

“Luas wilayah karhutla sampai sekarang sekitar 2.600 hektare,” kata Samuel saat ditemui usai menghadiri ziarah makam pendiri Kabupaten Kobar dalam rangka HUT ke-67 Kabupaten Kobar, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, dari total luasan tersebut, sekitar 1.000 hektare berada di wilayah Kecamatan Arut Selatan. Sementara itu, salah satu titik dengan luasan cukup besar berada di ruas jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama dengan luas sekitar 500 hektare.

Menurut Samuel, salah satu kendala utama yang dihadapi BPBD Kobar bersama satuan tugas (satgas) karhutla dalam melakukan pemadaman adalah keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran.

“Cuman kendala kita ini ada beberapa tempat yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat, bahkan personel karhutla sendiri. Jadi terpaksa masuk lewat terobos saja. Kalau sudah di atas satu kilometer, sudah tidak ada jalan lagi,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat proses penanganan karhutla di sejumlah lokasi menjadi lebih sulit, terutama di kawasan yang tidak memiliki akses jalan yang memadai untuk kendaraan maupun personel.

Samuel menyebut, hingga saat ini penanganan masih dilakukan di sejumlah titik, di antaranya ruas jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, kawasan Tatas, serta Desa Terantang.

Meski menghadapi kendala akses, ketersediaan sumber air di sejumlah lokasi masih cukup membantu proses pemadaman. Ia menyebut terdapat kanal-kanal yang masih terisi air di sekitar lokasi karhutla.

“Kalau sumber air sudah ada. Kebetulan juga di daerah situ masih ada kanal-kanal yang memang masih terisi air,” pungkasnya. (NURITA/H)