PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data yang dirilis BPS Kalteng, ekapor Kalteng selama Januari 2022 mengalami penurunan sebesar 48,94 persen.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan, nilai ekspor Kalteng pada bulan itu yakni sebesar US$ 180,63 juta dan mengalami penurunan dibandingkan Desember 2021 yakni sebesar US$ 353,73 juta.

"Seluruh komoditas ekspor Kalteng pada Januari 2022 merupakan barang non migas, dan ekspor di bulan itu mengalami penurunan," kata Eko, Senin, 7 Maret 2022.

Selanjutnya, untuk total volume ekspor Kalteng pada Januari 2022 itu juga mengalami penurunan sebesar 56,73 persen atau 1.362,42 ribu ton dibandingkan total volume ekspor pada Desember 2021.

Dijelaskan, ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar yakni 63,99 persen terhadap total ekspor Kalteng pada Januari 2022.

--page

Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil tambang ini mengalami penurunan senilai US$ 171,53 juta atau 59,74 persen dari US$ 287,12 juta menjadi US$ 115,59 juta.

Adapun, komoditas utama ekspor hasil tambang di antaranya yaitu batu bara, bijih zirconium, bauksit dan aluminium.

Kemudian, nilai ekspor hasil industri Kalteng pada Januari 2022 yakni sebesar US$ 65,03 juta dan berkontribusi 36,00 persen terhadap total ekspor Kalteng.

Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu Desember 2021, ekspor hasil industri tersebut mengalami peningkatan senilai US$ 0,56 juta atau 0,87 persen.

Komoditas utama yang mendorong peningkatan ekspor hasil industri ini yaitu fraksi cair dari refined palm oil (RPO), karet alam dan kayu.

Sementara itu, untuk nilai ekspor sektor pertanian pada Januari 2022 mengalami penurunan senilai US$ 2,13 juta atau 99,53 persen dibanding Desember 2021.

Penurunan ini disebabkan karena menurunnya ekspor komoditas cangkang kernel dan komoditas ikan hias air tawar. (DONNY D/B-7)