BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya meminimalisasi terjadinya kasus kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat gencar malakukan kampanye pencegahan kekerasan ke sekolah.
Kabid Perlindungan Anak DP3P2KB Kobar, Mila Susilawati mengatakan kasus kekerasan anak dan juga pelecehan seksual kerap terjadi. Korban yang ditangani dinas ini justru banyak sekali anak di bawah umur.
Namun pihaknya tidak memprediksi kasus itu terjadi. Hanya saja ia mempunyai cara untuk meminimalisir terhadap korban yang notabane ini usia pelajar.
"Kami datang ke sekolah supaya pelajar bisa bersikap dan tidak hanya diam saja ketika mendapat perlakuan yang tidak wajar, terutama yang menyakut kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak," ujarnya.
Pasalnya pelajar ini menjadi usia rentan untuk mendapat pelecehan dan tindakan kekerasan. Oleh sebab itu pihaknya sering datang ke sekolah untuk mengkampanyekan pencegahan kekerasan seksual dam kererasan terhadap anak.
--page
"Ini tidak hanya bagi perempuan saja, karena yang laki-laki juga sama, karena diluar sana ada pelaku penyimpangan seksual. Maka gerakan pencegahan kekerasan ini terus kami gencarkan," ungkapnya.
Sehingga Harapanya para pelajar tidak lagi menjadi korban kekerasan maupun pelecehan. Cara bersikap dan melakukan tindakan juga sudah diberi tahu semua.
Memang sejauh ini belum semua kecamatan dilakukan kampanye, namun ke depanya pihaknya bakal melakukan kampanye di sekolah di 6 kecamatan. (DANANG/B-6)









