BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng, Ivo Sugianto Sabran menyampaikan, stunting bukan semata persoalan pascakelahiran. Pencegahan harus dimulai dari jauh sebelum seorang anak lahir atau saat anak dalam kandungan.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting di Kalteng melalui sistem pemantauan tumbuh kembang anak, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng.
Ia menjelaskan, diperlukan penguatan upaya konvergensi melalui Rencana Aksi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting serta Koordinasi Lintas Sektor Pengelola Pro-PN Tingkat Provinsi dan Kabupaten dan Kota agar penanganan stunting dapat lebih optimal lagi.
"Koordinasi ini merupakan salah satu bentuk usaha dalam meningkatkan keterlibatan lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan percepatan penurunan stunting di Provinsi Kalteng," katanya, Senin, 14 Maret 2022.
Dia juga mengungkapkan, pihaknya memberikan dukungannya terkait dengan program-program yang dijalankan BKKBN Provinsi Kalteng, dalam rangka menurunkan angka stunting di seluruh kabupaten dan kota setempat.
--page
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng, Muhammad Fitriyanto Leksono mengatakan, salah satu strategi pencegahan stunting adalah meningkatkan kualitas pengasuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Karena masa tersebut merupakan Golden Age Periode dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Target penurunan angka stunting di tahun 2024 adalah 14 persen, dan pada Tahun 2022 semua 14 kabupaten dan kota di Kalteng juga menjadi lokus Proyek Prioritas Nasional," tutupnya. (NOPRI/B-7)









