PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins menyampaikan ada beberapa komoditas utama ekspor Kalteng yang mengalami kenaikan harga saat ini.

"Kenaikan harga komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah, yaitu batu bara dan CPO," kata Yura, Senin, 21 Maret 2022.

Kenaikan harga komoditas ini menurut Yura akan berdampak positif pada kenaikan pungutan pajak oleh pemerintah yang akan menaikan jumlah dana bagi hasil atau DBH dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil.

"Data dari Dirjen Perimbangan Keuangan atau Kemenkeu, menunjukkan alokasi DBH Sumber Daya Alam Minerba untuk Kalimantan Tengah naik sekitar 15 persen dari Rp802 miliar pada 2021 menjadi Rp920 miliar pada 2022," bebernya lagi

Sementara itu hasil Survei Pemantauan Harga atau SPH mingguan BI Kalteng menunjukkan rata-rata harga gas LPG ukuran 12 Kg di Palangka Raya naik menjadi sebesar Rp195 ribu pada Maret minggu pertama dari Rp175 ribu pada Februari minggu keempat.

"Sementara itu harga BBM non subsidi yaitu Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertadex naik pada awal Maret 2022. Sejauh ini kami menilai kenaikan harga tersebut berpengaruh terbatas terhadap inflasi mengingat porsi konsumsi masyarakat terhadap jenis bahan bakar tersebut yang sangat kecil. Disamping itu, kami melihat bahwa pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah juga terus memantau dan memastikan ketersediaan bahan bakar gas di masyarakat," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-6)