SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Terutama saat terjadinya cuaca ekstrem. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga April 2022 nanti.

“Diperkirakan sampai bulan depan, baru setelah itu memasuki musim kemarau,” kata Kepala BPBD Kotim, Rihel, Selasa, 22 Maret 2022.

Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem. Di antaranya jalan licin, pohon tumbang, hingga banjir.

"Curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama berpotensi menyebabkan banjir di wilayah yang rawan. Namun  untuk saat ini masih aman. Ada banjir tapi tidak terlalu tinggi," katanya.

Kendati demikian, juga perlu diperhatikan bagi masyarakat yang tinggal di pinggir sungai, sebab arus sangat deras. Berbahaya bagi anak-anak, rawan terseret arus.

Rihel juga warga yang beraktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai angin kencang dan petir. Apabila berteduh hendaknya di tempat yang aman, jangan di bawah pohon karena bisa saja tiba-tiba tumbang.

--page

"Sebab, hujan yang disertai angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang. Sehingga berbahaya bagi orang yang berada di sekitarnya," pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)