BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo mengapresiasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Saya sangat mengapresiasi kerja TPID dan seluruh Dinas/ Instansi terkait baik di level provinsi maupun kota/ kabupaten yang saya lihat sejak awal bulan Maret telah giat melakukan operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga,” tutur Edy seperti dikutip dari MMC Kalteng pada Selasa, 29 Maret 2022.
Edy menjelaskan, tantangan pengendalian inflasi selama HBKN Ramadan dan Idul Fitri tahun ini adalah keadaan masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Selain itu, ada kebijakan pelonggaran protokol Covid-19 oleh pemerintah. Kondisi tersebut dari sisi ekonomi tentunya akan berdampak positif. Peningkatan mobilitas masyarakat akan mendorong peningkatan ekonomi pada sisi konsumsi masyarakat.
Namun demikian, normalisasi rantai pasokan yang belum berjalan optimal dapat berdampak pada peningkatan inflasi lebih lanjut.
--page
Di samping aturan Covid-19, dinilai perlu diwaspadai terkait rencana pemerintah untuk menaikan PPN sebesar 11 persen pada April 2022.
Ditambah lagi kondisi geopolitik rusia dan ukraina yang mendorong peningkatan harga komoditas dunia antara lain minyak bumi, gas serta gandum. (HERMAWAN DP/B-7









