PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins menyampaikan jika ditinjau berdasarkan struktural, ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi oleh komoditas sektor pertambangan.

"Berdasarkan data Bank Indonesia kontribusi komoditas batu bara pada tahun 2021 mencapai sekitar 61,51 persen dari total ekspor barang dan jasa," katanya, Kamis 31 Maret 2022.

Melihat prakiraan era sunset batu bara yang akan dimulai 2026 seiring upaya global menurunkan emisi karbon yang termuat dalam pelaksanaan konferensi COP26 pada akhir 2021, maka Bank Indonesia dan pemerintah daerah terus mendorong UMKM Kalimantan Tengah untuk dapat naik kelas dan mampu memasarkan produknya secara global (ekspor).

"Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam beberapa tahun terakhir yang terus mendorong UMKM agar meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya melalui berbagai kegiatan pelatihan dan kurasi yang dilakukan, termasuk mendorong UMKM untuk go digital melalui kegiatan onboarding UMKM dalam bentuk pelatihan pemasaran produk secara digital pada berbagai platform penjualan online yang tersedia, maupun fasilitasi penyediaan website belanjakalteng.com khusus untuk pemasaran produk UMKM Kalimantan Tengah," bebernya.

Selain itu langkah selanjutnya setelah UMKM dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya serta go digital adalah mendorong UMKM kita untuk dapat bersaing dan masuk di pasar global.

--page

"Saat ini peluang produk UMKM untuk di ekspor sangat luas, mulai dari kebijakan pemerintah yang mempermudah ekspor produk UMKM sampai pada banyaknya keberadaan start-up atau aggregator yang siap menghubungkan produk UMKM kepada pelanggan/ konsumen di luar negeri," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)