BORNEONEWS, Palangka Raya - Dengan wilayah yang luas, Kalimantan Tengah tentunya memiliki banyak potensi komoditas yang berpotensi untuk diekspor.
Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins saat membuka Diseminasi Perkembangan Perekonomian Terkini Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema UMKM Naik Kelas, Siap Menuju Pasar Global secara virtual, Kamis 31 Maret 2022.
"Potensi ekspor ini antara lain seperti sarang burung walet, kerajinan rotan, ubi porang, udang vaname, ikan botia dan saluang," bebernya.
Pada 2021, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan di dalam dan luar negeri telah secara aktif mengenalkan dan mempromosikan produk UMKM Kalimantan Tengah ke berbagai negara seperti Inggris, Jepang dan Singapura.
"Ke depan dengan kolaborasi dan sinergi yang terjalin selama ini dengan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong UMKM Kalimantan Tengah naik kelas dan mampu bersaing di pasar global," jelasnya lagi.
Dengan peningkatan ekspor produk UMKM tersebut menurut Yura akan memberikan peningkatan nilai tambah bagi UMKM itu sendiri dan juga dapat menambah devisa negara hasil ekspor yang pada akhirnya akan berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.
Diseminasi Ekonomi Kalimantan Tengah periode Februari 2022 turut menghadirkan narasumber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tokyo, Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah, serta Founder Goorita yang merupakan start-up yang membantu UMKM untuk memasarkan produknya ke luar negeri.
Kegiatan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), perbankan, akademisi, pelaku usaha, media massa dan mahasiswa di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/B-6)









