BORNEONEWS, Palangka Raya -
Deputi Direktur Bank Indonesia Tokyo, Diana Permatasari menyampaikan bahwa peluang produk kerajinan, kopi dan makanan dari Indonesia ke Jepang masih cukup besar mengingat konsumen Jepang terbuka dengan produk-produk baru.
Hal ini disampaikan Diana saat menjadi salah seorang pembicara dalam kegiatan Diseminasi Perkembangan Perekonomian Terkini Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema UMKM Naik Kelas, Siap Menuju Pasar Global, secara virtual pada Kamis, 31 Maret 2022.
"Sepanjang tahun 2021 sampai dengan Maret 2022, Bank Indonesia Tokyo telah melakukan 10 kegiatan promosi perdagangan dan Business Matching yang melibatkan berbagai produk UMKM dari Indonesia," kata Diana dalam paparannya.
Promosi ini menurut Diana termasuk pula para pelaku UMKM binaan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, dan memperoleh tanggapan positif dari masyarakat Jepang.
Diana merinci syarat wajib yang perlu diperhatikan oleh UMKM di Indonesia agar produknya dapat masuk dan dipasarkan di Jepang.
"Antara lain adalah pada aspek kualitas mengingat masyarakat di Jepang sangat memperhatikan detail, kesanggupan jumlah pasokan baik dari sisi kuantitas maupun kontinuitas, serta kecukupan pemenuhan standar atau sertifikasi produk, khususnya bagi produk makanan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)









