PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya mengungkapkan, nilai ekpor Kalteng selama bulan Februari 2022 mencapai US$ 514,63 juta. Nilai itu meningkat sebesar 184,91 persen dibanding Januari 2022 yang hanya US$ 180,63 juta.

"Seluruh komoditas yang di ekspor Kalteng selama bulan Februari 2022 itu merupakan barang non migas," sebut Eko, Kamis, 7 April 2022.

Selain itu, diungkapkan juga bahwa untuk total volume ekspor Kalteng selama Februari 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 146,49 persen atau 1.522,12 ribu ton dibandingkan dengan total volume ekspor pada bulan sebelumnya yakni Januari 2022.

Ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi paling besar yaitu 75,60 persen terhadap total ekspor Kalteng pada Februari 2022. Dan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga ekspor hasil tambang mengalami peningkatan senilai US$ 273,46 juta atau 236,58 persen, dari US$ 115,59 juta menjadi US$ 389,05 juta.

"Adapun komoditas utama ekspor Kalteng yaitu hasil tambang diantaranya batu bara, bijih zirconium, dan aluminium," bebernya.

--page

Selanjutnya, untuk nilai ekspor hasil industri pada Februari 2022 yaitu sebesar US$ 123,55 juta dan berkontribusi 24,01 persen terhadap total ekspor Kalteng. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor hasil industri juga mengalami peningkatan senilai US$ 58,52 juta atau 89,99 persen.

"Adapun komoditas utama yang mendorong peningkatan ekspor hasil industri itu diantaranya yakni fraksi cair dari refined palm oil atau RPO," ujarnya.

Di sisi lain, nilai ekspor sektor pertanian pada Februari 2022 juga mengalami peningkatan senilai US$ 2,02 juta atau 20.200,00 persen dibanding Januari 2022. Peningkatan ini terutama disebabkan karena meningkatnya ekspor komoditas cangkang kernel dan karet alam. (DONNY D/B-7)