PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya menyebut ada beberapa komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah ke beberapa negara selama Februari 2022.

Komoditas itu di antaranya batu bara yang masuk pada kelompok bahan bakar mineral. Bijih zirconium dan bijih alumunium kelompok bijih logam, kerak, dan abu logam. RPO dan fraksi cairnya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati.

"Ada juga kayu dan kayu lapis yang masuk dalam kelompok kayu dan barang dari kayu, dan Karet pada kelompok karet dan barang dari karet, serta palm fatty acid distillate kelompok berbagai bahan kimia," beber Eko, Kamis,7 April 2022.

Jika dibanding dengan bulan sebelumnya Januari 2022 terjadi peningkatan nilai ekspor untuk hampir semua golongan barang dari berbagai kelompok, kecuali kelompok karet dan barang dari karet.

Ekspor bijih logam, kerak dan abu logam mengalami peningkatan terbesar yaitu senilai US$ 263,09 juta afau 277,31 persen. Sedangkan penurunan nilai ekspor terjadi pada kelompok karet dan barang dari karet senilai US$ 1,81 juta atau 18,10 persen.

Selanjutnya apabila banding kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya, pada Februari 2022 hampir semua golongan barang mengalami kenaikan nilai ekspor, kecuali kelompok bahan nabati untuk anyam-anyaman, bahan kimia anorganik, serta pohon hidup dan bunga potong.

Komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan terbesar senilai US$ 225,86 juta atau 170,98 persen, diikuti oleh kelompok lemak & minyak hewani/nabati senilai US$ 52,33 juta atau 120,99 persen, serta kelompok bijih logam, kerak dan abu logam senilai US$ 21,42 juta 255,91 persen dan lainnya.

Sementara komoditas yang termasuk dalam kelompok bahan nabati untuk anyam-anyaman mengalami penurunan terbesar yakni 35,42 persen.

--page

Apabila dihitung secara kumulatif, dari Januari - Februari 2022, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara yaitu senilai US$ 452,83 juta atau 65,13 persen dari total komoditas eskpor.

Selain itu, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati khususnya refined palm oil afau RPO juga memberikan kontribusi besar, yakni 20,12 persen dari total ekspor Kalteng.

Jika dilihat perkembangannya, total ekspor Kalteng meningkat secara kumulatif 54,78 persen, dari US$ 449,18 juta pada Januari-Februari 2021 menjadi US$ 695,26 juta di Januari-Februari 2022. (DONNY D/B-11)