PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPT Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono menyampaikan bahwa ada empat pilar keberhasilan penanganan rabies yang harus dilakukan jika ingin Palangka Raya bebas dari penyakit rabies.

"Keempat pilar tersebut yakni pertama, komitmen dari Pemerintah serta koordinasi lintas sektor. Ini yang terpenting. Karena tanpa koordinasi lintas sektor, tidak akan bisa terwujud, tidak bisa hanya ditangani satu dinas," kata drh Eko kepada Borneonews pada Jumat, 8 April 2022.

Pilar kedua yaitu pengendalian rabies pada hewan. "Karena penyakit rabies ini merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia, maka penyakit rabies pada hewan ini yang harus dikendalikan dahulu," tutur drh Eko lagi.

Karena itulah menurutnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya menggencarkan pemberian vaksin rabies kepada hewan penular rabies atau HPR di Kota Cantik ini. Tentunya dengan dibantu para vaksinator yang turun lapangan langsung memberikan vaksin rabies.

"Lalu yang ketiga ialah tentu saja penanganan rabies pada manusianya. Kita ada Rabies Center di Puskesmas Bukit Hindu untuk menangani ini, termasuk pemberian vaksin anti rabies atau VAR kepada masyarakat yang sudah terlanjur tergigit hewan yang mengidap atau sekadar terindikasi rabies," jelas Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Kalteng ini lagi.

Lalu yang keempat ialah peningkatan peran masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi atau KIE. (TESTI PRISCILLA/B-6)