BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa OJK memberikan dukungan melalui kebijakan peningkatan akses keuangan UMKM untuk mencapai target penyaluran pembiayaan 30 persen kepada UMKM di 2024.
"Hal ini didukung oleh peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah," kata Otto pada Rabu, 20 April 2022.
Dengan perluasan dan percepatan penyerapan KUR Klaster, maka perluasan kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR) hingga triwulan III 2021 telah menyalurkan Rp1,3 triliun kepada 133,9 ribu debitur.
"Lalu ada perluasan raising fund melalui Security Crowdfunding (SCF) dengan target pendanaan di tahun 2022 sebesar Rp251 miliar sementara di 2021 targetnya Rp228,29 miliar. Juga ada perluasan pendirian Bank Wakaf Mikro atau BWM dari 60 BWM di 2021 dan ditargetkan menjadi 100 BWM," bebernya.
OJK juga mengupayakan kemudahan UMKM untuk go public, simplifikasi ketentuan branchless banking, serta optimalisasi platform UMKM MU dengan target 1.500 pelaku UMKM yang onboarding dengan penambahan jumlah produk yang di-listing dan didigitalkan 3.000 produk sementara di 2021 ada 1.023 pelaku UMKM yang telah onboarding dengan 10.240 produk.
"Selain itu dukungan OJK bagi UMKM berupa kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan yang telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 3,1 juta debitur, diperpanjang hingga tahun 2023," jelas Otto. (TESTI PRISCILLA/B-6)









