BORNEONEWS, Sampit - Titik panas diduga sebagai kebakaran lahan tak terdeteksi di Kotawaringin Timur. Titik panas hanya terdeteksi di Kabupaten Seruyan. Sedangkan Kabupaten Katingan juga tidak terdeteksi alias nihil.
"Hanya terdapat 1 titik panas di Seruyan, yakni di Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Di Kotim dan Katingan nihil," ungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Kamis, 5 Mei 2022.
Ditinjau dari analisa parameter cuaca BMKG, potensi terjadinya kemudahan kebakaran di Kalteng secara keseluruhan dikategorikan masih aman dari potensi kebakaran.
Berdasarkan prakiraan curah hujan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa waktu ini menunjukan terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotawaringin Timur.
"Ada pertumbuhan aan signifikan i Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan Telaga Antang, dan Kecamatan Bukit Santuai," katanya.
--page
Dalam beberapa waktu ini meski ada hujan masih rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Kalteng.
Hal ini tak hanya disebabkan faktor alam, namun ada pula faktor kesengajaan. Ada saja oknum yang memanfaatkan minimnya curah hujan untuk membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi ini membuat rawan terjadi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan seperti tahun-tahun sebelumnya. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









