BORNEONEWS, Palangka Raya - Data kinerja industri jasa keuangan yang stabil dan prospeknya yang bagus hingga saat ini merupakan informasi yang sangat bagus bagi para calon investor asing yang ingin berinvestasi di perusahaan jasa keuangan atau berinvestasi di sektor usaha lainnya di Indonesia.
"Pada Industri Keuangan Non-Bank atau IKNB kondisinya stabil dan kuat. Tercatat Risk Based Capital atau RBC pada asuransi jiwa dan asuransi umum dan reasuransi terjaga dengan baik masing-masing di 535,7 persen dan 323,1 persen," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy, Senin 16 Mei 2022.
Menurutnya prospek bagi investor asing ini juga disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat menghadiri sejumlah pertemuan dengan kalangan pebisnis dan para tokoh ekonomi serta akademisi di sejumlah kampus di Kota New York baru-baru ini.
"Pertumbuhan pembiayaan dari perusahaan pembiayaan juga membaik, tumbuh sebesar 2,43 persen yoy. Sementara untuk Non Performing-Finance atau NPF perusahaan pembiayaan juga stabil di 3,25 persen," jelasnya lagi.
Indonesia memiliki potensi investasi yang sangat menarik karena selain didukung jumlah populasi penduduk 274 juta yang sebagian besar usia produktif, kondisi perekonomian juga sangat baik dan terus bertumbuh pulih dari dampak tekanan pandemi Covid-19.
"Dalam ekonomi digital, Indonesia akan menjadi nomor satu di Asia Tenggara, saya percaya itu. Saya rasa kontribusi transaksi pada tahun 2025 diperkirakan dapat mencapai 124 miliar dolar AS. Dan kami memiliki 17.000 pulau, kami adalah pusat sumber daya alam. Kami banyak berkembang dalam sektor pertambangan, pertanian, kelapa sawit, perikanan dan pariwisata," katanya. (TESTI PRISCILLA/B-6)









