SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur, meyakini masih ada sejumlah orangutan yang berkeliaran dekat permukiman penduduk. Bahkan warga pernah melihat orangutan lebih besar dan liar dari yang telah diselamatkan belum lama ini. 

"Kemungkinan masih sisa 2 ekor lagi. Nah 1 ekor pernah terlihat warga lebih besar dan lebih liar, tapi berpindah-pindah," ungkap Idrus, warga sekitar, Selasa 17 Mei 2022. 

Diakuinya kemunculan orangutan bukan hal yang baru bagi warga setempat. Namun, seekor orangutan yang menyasar ke permukiman sejak 3 bulan terakhir telah membuat warga setempat resah dan akhirnya bisa ditangkap. 

"Sebenarnya kami sudah terbiasa melihat kemunculan orangutan, terutama bagi warga yang gemar memancing di sungai dekat hutan. Tapi kalau semakin mendekat kampung ya meresahkan juga," katanya.

Satwa bernama latin Pongo pymaeus tersebut kerap mencuri buah dan merusak tanaman di kebun warga. Selain itu, orangutan juga sering ditemukan berkeliaran di sekitar rumah warga, sehingga membuat warga takut. 

"Istri saya pernah lari terbirit-birit sambil menelpon saya katanya orangutan ada di depan rumah. Ya khawatir juga apalagi, banyak anak kecil," bebernya. 

Idrus pun mengaku bersyukur dan lega karena tim BKSDA Kalteng dan organisasi Orangutan Foundation United Kingdom (OF UK) telah mengevakuasi seekor orangutan yang berada di wilayah tersebut. 

Selain demi keamanan warga tindakan ini juga untuk keamanan orangutan tersebut. Sebab menurutnya belakangan ada warga yang berencana menembak satwa tersebut karena kesal kebunnya dirusak, untungnya rencana tersebut sempat ia cegah.

--page

Sebelumnya, warga Desa Batuah, melaporkan keberadaan orangutan berada di hutan dekat dengan kampung warga. BKSDA pun melakukan observasi dan akhirnya berhasil me-rescue primata ini. 

Selanjutnya orangutan jantan berusia 15 tahun itu dibawa ke BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun untuk selanjutnya dilepasliarkan di Taman Nasional Tanjung Puting. (USAY NOR RAHMAD/B-11)