PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut ekspor Kalteng selama bulan Maret 2022 mengalami peningkatan sebesar 2,18 persen atau mencapai US$ 525,86 juta dibanding Februari 2022 yang hanya senilai US$ 514,63 juta.

"Seluruh ekspor Kalteng pada bulan Maret 2022 itu nerupakan barang non migas," kata Eko, 17 Mei 2022.

Selain itu, total volume ekspor Kalteng pada bulan yang sama juga mengalami peningkatan sebesar 23,63 persen 605,28 ribu ton dibandingkan dengan total volume ekspor Februari 2022.

Ekspor hasil tambang mempunyai kontribusi yang paling besar terhadap total ekspor Kalteng pada Maret 2022. Apabila dibanding bulan sebelumnya hasil tambang ini mengalami peningkatan senilai US$ 76,95 juta atau 19,78 persen, dari US$ 389,05 juta menjadi US$ 466,00 juta.

Adapun untuk komoditas utama ekspor hasil tambang tersebut diantaranya yaitu batu bara, bijih alumunium serta bijih zircon.

--page

Selanjutnya, untuk nilai ekspor hasil industri pada Maret 2022 yakni sebesar US$ 59,85 juta dan berkontribusi 11,38 persen terhadap total ekspor Kalteng.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni Februari 2022, ekspor hasil industri mengalami penurunan senilai US$ 63,70 juta 51,56 persen. Komoditas utama ekspor hasil industri ini diantaranya yaitu fraksi cair dari refined palm oil (RPO).

Secara kumulatif, dari bulan Januari - Maret 2022, nilai ekspor Kalteng mengalami peningkatan sebesar 82,87 persen, dari US$ 667,74 juta pada Januari-Maret 2021 menjadi US$ 1.221,12 juta di Januari - Maret 2022.

Bahan bakar mineral lemak dan minyak nabati atau hewani merupakan komoditas utama sebesar 86,89 persen dari total ekspor pada periode Januari - Maret 2022. (DONNY/B-5)