BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan ada beberapa golongan barang atau komoditas utama yang di ekspor Kalteng ke beberapa negara di dunia selama Maret 2022.
Adapun diantaranya yaitu batu bara yang masuk dalam kelompok bahan bakar mineral; bijih alumunium dan bijih zircon kelompok bijih logam, kerak, dan abu logam; RPO dan fraksi cairnya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati.
"Ada juga karet yangbmasuk dalam kelompok karet dan barang dari karet; kayu dan kayu lapis kelompok kayu dan barang dari kayu; kernel kelapa sawit atau ampas/sisa industri makanan; dan pasir micronized zircon atau garam, belerang, kapur," ungkapnya, Selasa, 17 Mei 2022.
Dijelaskam, apabila dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk hampir semua golongan barang, kecuali kelompok lemak dan minyak hewani/nabati serta kelompok kayu dan barang dari kayu.
Ekspor bahan bakar mineral mengalami peningkatan nilai terbesar yakni sebesar US$ 67,95 juta atau 18,98 persen. Sedangkan, penurunan nilai ekspor terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 53,14 juta atau 55,60 persen.
--page
Selanjutnya, bila dibanding dengan kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya, pada Maret 2022 hampir semua golongan barang juga mengalami kenaikan nilai ekspor, kecuali kelompok karet dan barang dari karet, kayu dan barang dari kayu, ampas/sisa industri makanan serta bahan kimia anorganik.
Komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan ekspor terbesar senilai US$ 285,66 juta atau 203,68 persen, diikuti oleh kelompok bijih logam, kerak dan abu logam senilai US$ 26,68 juta atau 220,86 persen, serta kelompok lemak dan minyak nabati/hewani senilai US$ 23,07 juta atau 119,10 persen dan lainnya.
Sementara itu, komoditas yang termasuk dalam kelompok karet dan barang dari karet mengalami penurunan terbesar yaitu senilai US$ 1,61 juta atau 13,53 persen.
Dihitung secara kumulatif, dari Januari - Maret 2022, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$ 878,74 juta atau 71,96 persen dari total komoditas eskpor.
Selain itu, kelompok lemak dan minyak hewani nabati khususnya refined palm oil serta kelompok bijih logam, kerak dan abu logam juga memberikan kontribusi besar, yakni sebesar 22,14 persen dari total ekspor Kalteng.
Diilihat dari perkembangannya, total ekspor meningkat secara kumulatif sebesar 82,87 persen, dari US$ 667,74 juta pada Januari - Maret 2021 menjadi US$ 1.221,12 juta di Januari - Maret 2022. (DONNY D/B-5)









